home | contact us
   Artikel | Khas | Unik | Tempat Makan | Advetorial | Promosi | Foto Gallery
SEARCH:
MEMBER : DAFTAR | LIST ANGGOTA | LOGIN :
Gb
Gb
Gb
TOP 10 MOST VIEW
Mie Bloon (10187)
Bamboo Dimsum (7867)
Sea Food Wiro Sableng 212 (6605)
Sarang Kepiting (5911)
Bakso Jawir Tanjung Duren (5057)
Bakmi TAN (4947)
Ayam Bakar Ganthari (4942)
Si Jangkung (4796)
Dinar Seafood (4544)
Bamboo Dimsum (3932)
POSTING TERBARU
27-Aug-2010 16:03:44
Ayam Bakar Alas Demang
tidak ada foto
29-Jun-2010 14:49:55
Jala-Jala Seafood & Crab
tidak ada foto
29-Jun-2010 14:47:18
Ayam Bakar Klaten Kemang
tidak ada foto
29-Jun-2010 13:54:22
LAVIDA ARABIAN RESTO
tidak ada foto
29-Jun-2010 13:51:06
TENGKLENG BAKAR
tidak ada foto
29-Jun-2010 13:48:57
RASA SINGAPURA
tidak ada foto
29-Jun-2010 12:45:19
Gemara Asri
tidak ada foto
29-Jun-2010 10:51:14
BAKMIE JOWO DU67
tidak ada foto
29-Jun-2010 10:45:28
Warung Cepoek
tidak ada foto
29-Jun-2010 10:37:36
SATE AFRICA
tidak ada foto
Makanan

Makanan Kas | Sep 17, 2009
Kue Mochi
Omochi adalah sebutan dalam bahasa Jepang untuk apa yang secara umum dikenal sebagai kue mochi atau moci di Indonesia. Awalan ‘o’ di depan sebutan ‘mochi’ sebenarnya sekedar tambahan penghalus saja dalam bahasa yang biasa dipakai para wanita Jepang pada umumnya.

Di Indonesia atau di beberapa negara Asia, kue mochi dibuat dari tepung beras ketan putih, sedangkan di tempat asalnya, mochi dibuat dari beras khusus bernama mochigome, yaitu jenis beras Jepang yang termasuk jenis japonica. Mochigome bentuknya lebih pendek dan lebih bulat daripada jenis beras yang biasa di konsumsi di Indonesia, yang termasuk jenis indica. Jenis beras japonica ini lebih lengket, sehingga nasinya mudah dimakan dengan sumpit.

Nasi itu kemudian diuleni dengan cara ditumbuk dengan kine atau alu khusus dan dibolak-balik dalam sebuah usu atau lesung kayu tradisional Jepang dengan diberi tambahan air. Saat ini di Negeri Sakura, kue mochi diolah dengan mesin untuk produksi massal, sedangkan pembuatan mochi secara tradisional, kini lebih merupakan sebuah ritual pada rangkaian perayaan mochitsuki atau perayaan tahun baru Jepang.

Sebagai penganan kecil atau snack, mochi dapat diisi beragam variasi. Bentuknya pun dapat dibuat beragam. Di Indonesia, khususnya kue mochi buatan Kota Sukabumi yang biasa dijajakan para pengasong di beberapa titik persimpangan jalan besar di Kota Bogor, kue mochi berisi adonan kacang.

Dikemas dalam keranjang bambu yang diberi merk dalam tulisan kuo-i yang dibaca swang sie yang artinya banyak kebahagiaan, setiap keranjang kue mochi biasanya berisi 10 buah mochi berukuran sebesar kelereng, dengan harga mulai Rp 5.000 sampai Rp 7.500 per renteng yang berisi empat keranjang bambu.

Di Sukabumi sendiri, kue mochi yang terkenal adalah kue mochi yang dibuat di Jl. Otista No.39. Kue mochi ini bentuknya bulat, bertabur tepung sagu, dan terasa kenyal. Jika digigit, rasa manisnya akan terasa.

Di tempat itu dijual dua jenis kue mochi, yaitu kue mochi tanpa isi yang disebut kiathong dan kue mochi yang diisi dengan adonan kacang. Kue mochi dari tempat itu dibuat tanpa pewarna dan tanpa pengawet, sehingga tidak dapat disimpan lama-lama, harus segera dimakan.


RESEP (Sedap Sekejap)

BAHAN :
250 gram tepung ketan
350 ml air
1/4 sendok teh garam

BAHAN SIRUP:
100 gram gula pasir
50 ml air

ISI:
50 gram tenteng gepuk, dihaluskan

TABURAN:
100 gram tepung sagu, sangrai

CARA MEMBUAT:

Campur tepung dengan air sambil diuleni. Bungkus dengan lap bersih lalu peras sampai airnya kering. Lakukan hal ini 3 kali.

Rebus bahan sirup hingga mendidih lalu ukur sebanyak 100 ml. Masukkan dalam adonan ketan bersama sedikit garam sambil diuleni.

Ambil adonan sebesar ibu jari kemudian pipihkan. Isi dengan tenteng gepuk. Bentuk bulat. Kukus adonan selama 10 menit, angkat langsung digulingkan di atas tepung sagu sangrai

untuk 12 buah





Source: berbagai sumber

home | contact us | daftar | list anggota
Tempat Makan: Bali | Bandung | Bogor | Cirebon | Jakarta | Purwokerto | Semarang | Surabaya | Yogyakarta
Copyright © 2008 - 2009 DoyanMakan.com All Rights Reserved.All images and graphics are copyright protected.